Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Tak Mau Bali Gaduh & NKRI Pecah, DanDiv Baret NasDem Bali Sayangkan Petisi Rakyat Papua

Pemuda Papua Dalam Video Petisi Rakyat Papua

Dalam sebuah video berdurasi 2 menit 27 detik yang beredar melalui media percakapan daring tampak beberapa anak muda berbadan hitam dan berambut keriting membacakan Petisi Rakyat Papua (PRP) Bali.

Satu tuntutan utama mereka adalah, menolak adanya otonomi khusus alias otsus jilid dua, karena dinilai bukan merupakan kehendak rakyat Papua.

Mereka mengklaim bahwa sudah 120 organisasi bergabung dan mendukung PRP. Dan sebanyak 500.261 suara meminta otsus  dihentikan.

Bahkan disampaikan juga ada seruan mobilisasi umum mogok nasional serta untuk turun kejalan sebagai bentuk aksi dukungan

Menanggapi hal tersebut Agung Ronny, Komandan Baret Garda Pemuda NasDem Divisi Bali menyesalkan beredarnya video tersebut.



"Ini adalah bibit perpecahan bangsa yang harus diwaspadai," ujar Agung Ronny dengan wajah gundah,"aparat hukum semestinya sudah harus bergerak mengambil sikap atas pernyataan yang bersifat subversif ini."

Menurut Agung Ronny mestinya pemuda yang mengaku diri anak Papua dalam video tersebut lebih banyak belajar sejarah tentang Irian Jaya. Bagaimana kemudian wilayah di ujung timur Kepulauan Indonesia itu diakui oleh dunia sebagai wilayah kedaulatan Republik Indonesia

 

Foto : Agung Ronny, Komandan Baret Garda Pemuda NasDem Provinsi Bali


"Bahkan di era Pemerintahan Jokowi saat ini, Papua menjadi prioritas dengan berbagai program Pro Rakyat. Mereka jauh lebih beruntung dari Bali dengan mendapatkan status otonomi khusus yang selama ini belum berhasil diraih oleh Bali yang sudah diperjuangkan," ujar Ronny yang membawahi Barisan Reaksi Cepat (Baret) dibawah bendera Garda Pemuda NasDem.

Ronny juga mengingatkan kepada rekan-rekan Papua untuk tidak membuat onar di wilayah  Bali karena saat ini perekonomian Bali yang tergantung dari sektor pariwisata tengah berusaha recovery  akibat hantaman pandemik Covid 19


"Kecewa boleh, silahkan gunakan hak konstitusional sebagai warga negara. Jika tidak mengakui kedaulatan RI ya silakan gugat sesuai jalur  hukum internasional seperti yng pernah dilakukan oleh Timor Leste dulu. Yang terpenting, jangan buat keresahan dan gangguan ketertiban," tutup Agung Ronny dengan sebuah saran

Komentar