Mushola al-Qomar, Mushola Dengan Arsitektur Bali

ayobali

Mushola al-Qomar yang berlokasi di Jl. Pura Demak, Teuku Umar Barat, Kecamatan Denpasar Barat menjadi salah satu mushola yang dibangun dengan mengadopsi arsitektur gaya Bali. Mushola yang dibangun pada tahun 1980 tersebut menerapkan arsitektur gaya Bali karena adanya himbauan dari pihak pemerintah Kota Denpasar untuk mematuhi perda yang berkaitan dengan penerapan nilai-nilai arsitektur Bali.Demikian terungkap dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Strategi Adaptasi Arsitektur Masjid Di Lingkungan Minoritas, Studi Kasus: Masjid-Masjid di Kota Denpasar Dan Kabupaten Badung, Provinsi Bali” yang merupakan bagian dari makalah dalam Seminar Nasional Arsitektur Islam 3 yang digelar di Malang pada 7 November 2013. Artikel ditulis oleh Andika Saputra dari Teknik Arsitektur Universitas Gadjah Mada dan Muhammad Rochis dari Teknik Arsitektur Universitas Warmadewa.
Andika Saputra dan Muhammad Rochis menuliskan penerapan unsur khas arsitektur gaya Bali pada Mushola al-Qomar mengalami beberapa modifikasi untuk menunjukkan identitasnya sebagai tempat peribadatan umat Islam. Pertama, penerapan ornamen kekarangan yang merupakan ornamen berbentuk fauna distilisasi sehingga tidak terlihat bentuk riilnya karena adanya larangan dalam Islam untuk menerapkan ornamen berbentuk makhluk hidup. Kedua, digunakannya ornamen kubah pada bagian atas atap bangunan masjid dimaksudkan agar fungsinya sebagai masjid mudah dikenali oleh umat Islam.

Seiring waktu, Mushola al-Qomar mengalami dua kali renovasi, yaitu pada tahun 1995 dan tahun 2001, sehingga menjadi bentuk bangunannya yang sekarang dengan luas bangunan 400 m2. Pada kegiatan renovasi terakhir yang dilakukan tahun 2001 dilakukan perubahan secara keseluruhan bentuk bangunan Mushola al-Qomar dengan menerapkan unsur khas arsitektur gaya Bali.

Berdasarkan dari aspek bentuknya, bangunan Mushola al-Qomar menerapkan pembagian kaki-badan-kepala yang identik dengan konsep tri angga pada arsitektur gaya Bali. Bagian kaki bangunan identik dengan unsur bebaturan pada arsitektur gaya Bali, yang menopang bagian badan bangunan yang terkesan masif disebabkan karakteristik bahan yang digunakan.

Bagian kaki dan badan bangunan menggunakan bahan bata gosok, batu paras, dan batu candi yang merupakan bahan khas arsitektur gaya Bali, sehingga menjadikan Mushola al-Qomar memiliki warna merah yang mendominasi bangunannya serta warna krem dan abu-abu. Mushola al-Qomar menerapkan pula ornamen khas arsitektur gaya Bali, di mana pada bagian kaki bangunan terdapat ornamen pepalihan dan pada bagian badan bangunan terdapat ornamen pepatran dan kekarangan yang distilir sehingga tidak menampakkan bentuk riilnyaBagian kepala menerapkan bentuk atap limasan dengan atap terbesar mengatapi ruang shalat utama yang berbentuk atap limas tumpang dua yang dilengkapi dengan ornamen kubah pada bagian atasnya. Untuk bahan pornamen ikut celedu khas arsitektur gaya Bali di setiap tepi bubungannya.

Nuansa arsitektur gaya Bali semakin kental dengan menerapkan bentuk candi bentar dan unsur paduraksa lengkap dengan bahan, warna, dan ornamen khas gaya Bali pada bagian pagar masjid. Sebagaimana pada bagian badan bangunan masjid, bentuk ornamen pada pagar masjid mengalami stilisasi sehingga tidak menampakkan bentuk riilnya.enutupnya, bagian kepala bangunan menggunakan bahan genteng serta terdapat 

Komentar