Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Gubernur Bali Sebut Seluruh Wilayah Denpasar Zona Merah Covid-19

Penambahan kasus positif Covid-19 masih cukup signifikan di Provinsi Bali. Gubernur Bali Wayan Koster mencermati, terjadi perubahan pola penularan Covid-19. Hal itu disampaikan Koster saat menggelar tatap muka secara virtual dengan para camat, lurah dan perbekel se-Bali, pada Rabu (1/7).

"Di awal, kasus positif didominasi oleh imported case yang dibawa oleh para pekerja migran asal Bali yang dipulangkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja di luar negeri. Namun, belakangan penambahan kasus didominasi oleh transmisi lokal," kata Koster.

Data 30 Juni 2020, Bali mencatat angka kumulatif kasus positif Covid-19 sebanyak 1.493. Terdiri dari 291 pekerja migran, 53 dari luar daerah, 1.132 kategori transmisi lokal dan 17 kasus WNA.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 798 orang atau 53,45 persen telah dinyatakan sembuh. Sebanyak 681 orang atau 45,61 persen masih dalam perawatan dan pasien meninggal sebanyak 14 orang atau 0,94 persen.

Namun, yang menjadi catatan Koster, kasus transmisi lokal didominasi Orang Tanpa Gejala (OTG). Jumlahnya mencapai 840 orang. Ini perlu diwaspadai dengan melakukan upaya sistematis dan progresif.

"Jangan sampai OTG menularkan kepada orang lain sehingga memicu munculnya kasus baru," imbuhnya.

Terkait dengan penambahan data Covid -19, Koster memberi perhatian pada tiga besar kabupaten atau kota dengan jumlah kasus tertinggi yaitu Denpasar 539 kasus, Kabupaten Badung 187 kasus dan Kabupaten Klungkung 162 kasus. Dari ketiga wilayah itu, Kota Denpasar mendapat sorotan karena sudah semua desa dan kelurahan ada kasus positif.

"Untuk Denpasar, sudah semuanya (zona) merah. Jadi Denpasar menjadi wilayah yang betul-betul harus mendapat perhatian," ujarnya.

Koster meminta camat, perbekel dan lurah lebih serius menangani Covid- 19 di bawah koordinasi Wali Kota Denpasar. Selain itu, untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, dia telah bicara dengan Wali Kota IB Rai Dramawijaya Mantra agar ada langkah lebih cepat dan progresif.

Koster, meminta camat, perbekel dan lurah se-Denpasar bekerja keras mencegah makin meluasnya penyebaran melalui upaya pendisiplinan dan penertiban masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, penambahan kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan menandakan program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang dirancang Pemkot Denpasar belum terlaksana secara efektif.

"Jalankan PKM, bukan hanya menyetop kendaraan di jalan, tapi lebih difokuskan pada upaya menertibkan disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Penanganan Covid-19,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Bali menggelontorkan bantuan sebesar Rp 10 miliar untuk penanganan Covid-19 di Kota Denpasar. Bantuan itu, saat ini tengah diproses secara administratif dan diharapkan dapat segera terealisasikan.

Kemudian, dana bantuan itu nantinya akan diperuntukkan bagi upaya mengoptimalkan upaya penanganan Covid-19. Termasuk, dana bagi relawan desa, kelurahan dan satgas gotong royong.

"Ini merupakan kebijakan khusus yang saya ambil untuk Kota Denpasar karena kasusnya sangat tinggi, tentunya menjadi tanggung jawab bersama. Tak hanya dibebankan kepada pemerintah kota," ujar Koster.

Komentar