Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Kebakaran SDN 3 Bajera, Ungkap Sejumlah Kendala Di Damkar Tabanan

I.A. Candrawati, Respon Keprihatinan Masyarakat Atas Kinerja Damkar Tabanan Atasi Kebakaran SDN 3 Bajera, Sabtu (4/7/20)

Musibah kebakaran melanda SDN 3 Bajera di Banjar Bajera Kaja, Desa Bajera,
Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Sabtu (4/7/20).

Belum jelas apa penyebab kalapnya si jago merah yang meludeskan seluruh ruang belajar anak-anak SD tersebut.

Lambatnya Armada Damkar tiba dilokasi membuat kekecewaan masyarakat semakin mendalam.

Hal ini secara responsif mendapat tanggapanndari Ketua Fraksi Nasional Demokrat DPRD Tabanan, Ida Ayu Ketut Candrawati. Menurutnya, hal tersebut sangat memprihatinkan dan sudah sering terjadi.

"Ini menunjukkan kurang sigapnya petugas, dan ini harus dievaluasi kondisi dipemadam, selain mengecek sumber daya manusianya (SDM), dan yang paling penting juga sarana prasarananya," tegasnya Minggu (5/7).

Ditambahkan lagi oleh Ketua DPW Garda Wanita Malahayati NasDem Bali ini, penyediaan armada dan SDM di setiap zona juga diperlukan. Mengingat wilayah Kabupaten Tabanan yang cukup luas. "Mungkin zona barat disediakan satu armada, lalu zona utara dan seterusnya, karena jika ada kebakaran di kecamatan yang di barat atau di utara, akan memakan waktu lama untuk meluncur ke lokasi," imbuhnya.

Dengan peristiwa ludesnya SDN 3 Bajera tersebut, Candrawati akan segera meminta kepada Ketua DPRD Tabanan untuk mengkoordinasikan ke Ketua Komisi II dan
I untuk bisa membahas lebih lanjut mengenai kondisi di Pemadam Kebakaran (Damkar) Tabanan bersama pihak eksekutif.

Pihak Damkar Tabanan sendiri berdalih dengan ungkapkan sejumlah kendala. Mulai dari petugas yang sedang melakukan persembahyangan karena bertepatan dengan Hari Raya Saraswati, armada yang rusak, hingga hidrant air yang tidak mengalir.

"Sebenarnya ini sudah kamus lama, bagaimana armada Damkar Tabanan sudah berumur, sudah diusulkan, tapi belum terealisasi. Semoga dengan momen ini ada jalan keluar," tandas I.A. Ketut Candrawati menutup perbincangan.

 
 

Komentar